Sal-sal! TANGI!, sido neng Jogja ora?!Sat, 14 Feb 2015. Pagi buta kuter-kejut oleh suara kinjeng alias Rizky. Bangun pagi ku terus mandi. dan bergegas bersiap diri mengingat hari ini aku mau Ujian Tulis di Jogja. Purwosari, dengan prameks kumelaju bersamanya pagi itu. 70-an menit kemudian tiba di Lempuyangan. Sinar mentari hangat menyapaku di sana. segera saja ku membuka tas melihat peta yang sudah kusiapkan beberapa hari yang lalu. dua kertas HVS dengan goresan printer peta Jogja di atasnya yang sudah kulaminating jadi satu bolak balik. Setelah navigasi sudah dilakukan aku menuju lokasi. Jalan Timoho, tempat beradanya JFA. Jogja Film Academy, destinasiku hari itu untuk mengikuti ujian tulis masuk di sana.
Menunggu lama pun ku lalui, karena aku terlalu pagi. hampir satu jam lebih ku menanti staf JFA, yang memang sudah janjian pukul 9, akan tetapi aku tiba di sana pukul 8 :D. Meskipun membosankan, tapi tak apalah dari pada aku terlambat.
"Waktunya 120 menit ya, silakn mulai". Ujian ku jalani Tes Potensial Akdemik. Soal-soal yang memerlukan seluruh raga untuk ikut berpikir. Huft. Suddenly, sesuatu di saku celanaku bergetar. "Gimana Sal?", ada pesan dari temanku. Santang. Beberapa hari yang lalu, ku hubungi dia barangkali bisa ketemu. Biar kepergiannku ke Jogja tak sekedar menghadap lembar soal dan lembar jawab doang, melainkan ada sesuatu yang lebih bermakna. Yaudah ku temui saja teman lama yang ada di sana, Jogja. Itung-itung nambah umur.
"Lg Ujian ki", sedikit balasan kuberikan, meskipun ku harus lirik2 ke pengawas, biar ndak dikata curang. Katanya dia mau ke sini(JFA).
Banyak menit pun berlalu. Ujianku selesai. sembari menanti, aku bisa melihat2 koleksi perpustakaan di JFA. Terlihat beda, pada umumnya perpustakaan itu identik dengan tumpukan buku di almari. Namun, di sana banyak DVD film2 baik dari Luar maupun lokal.
"Aku di luar", pesan kembali datang. Kali ini dia berada di depan gedung JFA. "Sst, hei". Long time no see.
Satu hal yang membuatku salut dan tak habis pikir adalah ketika ku berada di stasiun. Di loker tiket, dia membeli dua tiket. "Mau ke Solo?". "Ora". "Lha?". "Ben iso ngobrol neng njero". Awalnya kuberpikir dia hanya mengantar dan pulang. Aku sih senang2 ae, pie gak seneng, dari pada 2 jam nganggur. Dengan begitu ada temen sharinglah.
Beberapa waktu kemudian, alhamdulillah dapet kabar gembira dari pihak jfa bahwa aku diterima, senang. Bahagia. Perjuangan pasti berbuah hasil.
Terimakasih الله Maha Suci Engkau
Terima kasih kawan yg telah ikut turun tangan mengkritik portofolio saya, mendukung saya secara moril dan mungkin sebatas ucapan semangat darimu kawan aku sangat berterimakasih yg sebesarbesarnya.






0 comments:
Post a Comment