Blogger Tips and TricksLatest Tips And TricksBlogger Tricks
RSS

Kindergarten

"Botol Terkutuk"

Tentang TK, kisahku untuk waktu-waktu itu kurang bahagia, tepatnya tidak menyenangkan.
why? ya, memang betul, pada saat itu aku merasa tidak ada, hilang atau entah apapun yang senada dengan kata- kata itu.

Di tempat itu yang katanya tempat yang menyenangkan namun, kenyataannya "Tidak". Ada suatu saat, siang itu ada jam diluar kelas. saat semua keluar kelas, saat semua bermain diluar, tiba- tiba salah seorang diantara kami ada yang menangis, cewek rupanya. "Mengapa kamu menangis sayang?" tanya seorang guru dengan lemah lembut. "Botol Bunga hilang Bu" Dina teman Bunga menjawab pertanyaan yang dilontarkan kepada temannya yang tidak bisa menjawab karena asik menangis tergagap-gagap. "Lho memang kamu taruh dimana?, ko bisa hilang?" "Di dalam tas saya Bu" Bunga berusaha menjawab. Guru itu menenangkan Bunga dan berjanji akan membantunya menemukan botol kesayangannya.

*** 
                                                                                                     
“Teng,teng,teng!” Lonceng berbunyi, suatu isyarat untuk anak- anak  supaya masuk kelas. Bu Ida guru yang lemah lembut angkat bicara.
“ Anak- anak adakah dari kalian yang mengetahui botol air minum milik Bunga?” dengan raut muka sejuk. Semua terdiam, hening, tanpa ada kata- kata bu Ida memandang seluruh  kelas. Pertanyaan itu di ulang untuk sekian kalinya, namun masih saja tak ada yang menjawab. Aku paling tidak suka dengan suasana yang seperti ini hanya terdiam, diam menyimak sensasi ini. Kemudian guru yang aku takuti pun muncul seolah- olah seorang algojo yang siap menyeksekusi.
“Siapa yang mengambil botol mliknya?!” sambil menunjuk Bunga yang masih terlihat air matanya membasahi pipinya.
“Siapa!?”.
“Nggak ada yang mengaku!?”, pertanyaan itu membuat suasana kelas semakin mencekam, sesak, aku merasakan dunia semakin sempit, dalam hati ku bertanya “mengapa situasi seperti ini bisa tercipta?” aku tidak tahu mengapa guru yang satu ini bisa melontarkan pertanyaan yang menuduh anak- anak, terutama anak laki laki. Aku sendiri juga tidak tahu dimana botol itu berada. Banyak wakru tersita untuk menyelesaikan persoalan ini. Bunga juga tidak segan- segan untuk mengairi basah wajahnya, menangis terus seakan- akan masih tersedia banyak liter air mata yang ia bisa keluarkan.
Waktu terus berjalan, suasana semakin tidak kondusif. Hingga akhirnya, Pak Dasa, kepala TK itu pun ikut turun tangan menyelesaikan masalah ini. Dengan bijak beliau berkata- kata, berusaha menyejukkan kembali suasana yang panas. Tidak ambil pusing Pak Dasa memiliki ide untuk mengatasi hal ini.
 “Kita adakan penggeledahan!, semua isi tas dikeluarkan!” Pak Das memberi perintah kepada anak- anak.
 Bu Ida dan Bu Jiha guru yang galak pun dengan tatapan tajam memperhatikan anak- anak mengeluarkan isi tas masing- masing. untuk sementara waktu, keadaan masih biasa, aku sendiri masih mampu untuk membuat simpul senyuman. Lama kelamaan hati ini semakin risau dengan apa nanti yang akan terjadi, entah mengapa pikiranku kacau meski aku bukan orang yang mengambil botol itu. Memang aku takut dengan suasana seperti ini.
“Ayo cepat semua isi tas dikeluarkan tanpa terkecuali!” perintah sang kepala TK untuk kedua kalinya.
Dan hingga suatu saat aku terbelalak dengan apa yang kulihat di dalam tas merahku. Aku melihat sebuah benda yang bukan aku pemiliknya, sebuah benda yang belum pernah aku lihat sebelumnya, dan aku tahu itu adalah sebuah botol, botol dengan hiasan bunga mawar di atasnya, “Jangan- jangan….ini botol yang dicari- cari itu” pikirku. Aku bingung, bimbang, “Siapa gerangan yang menaruh benda terkutuk ini di dalam tasku?” Sebuah pertanyaan muncul dengan cepat di benakku. Bagaimana pun juga aku bukan pecurinya, aku coba menenangkan pikiranku, kupandang teman- teman yang lain yang juga sibuk membuka tas masing- masing.
“Itu BOTOL Bunga!”
Seorang anak di sampingku dengan lantangnya berteriak demikian sambil menunjukkan tangannya ke arah botol yang masih berada dalam tas merahku. Semuanya berhenti sibuk sendiri, semua terdiam, diam seribu bahasa, semua mata tertuju pada anak itu lalu ke arahku. Secara perlahan- lahan aku mengeluarkan benda lonjong tersebut.
“Apa betul itu botol kamu Bunga?” Pak Dasa, bertanya kepada bunga.
“I…y..a Pak” dijawabnya walau dengan susah payah.
“Aku tidak mengambilnya!” aku coba membela diri.
“Kamu itu anak nakal ya Fais!”tuduh BU Jiha kepadaku.
“Fais nakal”
“Pencuri”
“Maling!”
“Anak bandel!”
“Huu!!!”
Tanpa di komando teman- temanku(TEMAN?!, kurasa bukan)  dengan lancar melontarkan kata- kata jelek ke arahku.
“Aku tidak mengambil botol itu, Aku tidak tahu mengapa botol itu bisa ada di dalam tasku, Bu!” Aku tak menyerah untuk membela diri. Bagaimana pun juga aku bukan orang yang mengambil botol itu. “Bukan Aku!””Bukan!”
“BUkan!”
“Bukan!”
“Bukaaaaaaannnnnnn!”
Aku sangat bingung saat itu, bingung seribu joule, “Siapa yang tega melakukan hal  ini kepadaku?”,”Memang aku salah apa dengan mereka?” tanyaku dalam hati. Aku tidak menundukkan kepala, kutahan wajah ini untuk selalu terlihat TEGAR meski sebenarnya aku gugup. Kupandang sekelilingku, teman, guru, kutatap Bu Ida dengan harapan dia bisa mempercayaiku. Tapi apa boleh buat, bubur sudah menjadi nasi(“Eh, kebalik, xD”),sudah jelas botol itu ada di dalam tasku, di dalam tasku, entah bagaimana cara botol itu ada di dalam tasku. Pasrah, mungkin hal ini adalah pilihan terbaik untuk saat itu.
“Terima saja dengan ikhlas”, “Hadapi”, “Jangan takut”,” NO FEAR!”, “Dan nggak boleh ada air mata yang aku keluarkan untuk hal macam ini!” hiburku dalam hati. Aku yakin ada yang dengan sengaja menaruh botol itu saat semua bermain di luar kelas, saat kelas kosong. “Siapa orangnya?” pertanyaaan yang sering kali muncul di pikiranku.
Namun, sayang kisah ini berhenti disini karna aku tidak begitu ingat dengan kejadian itu. Bunga adalah nama samaran, Bu Jiha juga nama samaran. Hanya Bu Ida, nama tidak aku samarkan. Dan kabar terakhir beliau wafat karena sakit. Itu secuil kisah yang terjadi saat aku TK 11 tahun silam dari sekarang Nov 2013.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 comments:

Post a Comment